Kolaborasi Adat Jawa dan Bengkulu, Festival Jaranan Dipadati Masyarakat

Seluma, mediabengkulu.co – Pagelaran festival jaranan kembali ditampilkan di Kabupaten Seluma, acara festival itu dilaksanakan di Lapangan Kelurahan Rimbo Kedui, Kecamatan Seluma Selatan.

Jaranan merupakan tarian yang melukiskan gerak penunggang kuda, para penari menaiki anyaman bambu berbentuk kuda dengan diringi musik tradisional.

Festival jaranan itu dihadiri ratusan masyarakat, Kabupaten Seluma bahkan ada yang datang dari kabupaten tetangga.

Menariknya acara festival jaranan, tak sedikit masyarakat yang mengabadikannya dengan hanphone yang mereka miliki.

Ada yang mengambil gambar saat penari lagi pertunjukan, berfoto dengan para penari, ada pula juga yang live di sosial media.

Festival jaranan diikuti sebanyak 20 sanggar atau kelompok dari 14 kecamatan di Kabupaten Seluma, yang tergabung dalam paguyuban jaranan dengan nama Seroja Turonggo Jati.

Festival jaranan diinisiasi oleh anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Jonaidi dan support oleh pemerintah Kabupaten Seluma.

Jonaidi mengatakan, kegiatan festival jaranan ini dilaksanakan dalam rangka pelestarian adat dan budaya dengan mengkolaborasikan adat Jawa dan Bengkulu.

Festival ini juga untuk penyemangat masyarakat agar terus melestarikan budaya Indonesia, sekaligus momentum kebangkitan bagi industri budaya dan pariwisata di Kabupaten Seluma.

“Melalui festival ini semoga dapat menjadi motivasi bagi masyarakat lainnya untuk terus melestarikan budaya Indonesia,” kata Jonaidi.

Salah satu sanggar yang ikut festival, yakni Try Setyo Budoyo, dari Desa Margo Sari, Kecamatan Ilir Talo, mengapresiasi kegiatan festival ini.

“Lebih ramai dan meriah kegiatan kali ini, karena diikuti 20 sanggar kesenian,” kata Selamet, Ketua Sanggar Try Setyo Budoyo.

Selamet mengatakan, kalau pihaknya sudah dua kali mengikuti festival seperti ini. Menurutnya, festival kali ini lebih meriah dibandingkan dari sebelumnya.

“Semoga festival jaranan bisa memunculkan bibit-bibit seniman baru. Nantinya, mereka yang akan menjadi pelestari kesenian jaranan,” harap Selamet.

https://mediabengkulu.co/kolaborasi-adat-jawa-dan-bengkulu-festival-jaranan-dipadati-masyarakat/

Penduduk asli Kabupaten Seluma adalah Suku Serawai, setelah ada program transmigrasi di zaman orde baru, Suku Jawa mendiami Kabupaten Seluma.

Saat ini Suku Jawa sudah menjadi bagian dari masyarakat Kabupaten Seluma dan juga punya hak suara dalam pemilihan kepala desa maupun kepala daerah.

Berikut sanggar jaranan yang tampil dalam festival :

  1. Krido Utomo, Desa Sumber Arum
  2. Mustiko Budoyo, Kelurahan Rimbo Kedui
  3. Krido Gondo Arum, Desa Hargo Binangun
  4. Krido Yakso, Desa Penago Baru
  5. Krido Budoyo Luhur, Desa Sido Luhur
  6. Setiyo Konco Sido Mulyo, Kelurahan Padang Rambun
  7. Karya Manunggal, Desa Batu Tugu
  8. Turangga Manik Seta, Desa Penago I
  9. Turonggo Seto, Desa Riak Siabun I
  10. Wahyu Turonggo Sakti, Desa Bukit Peninjauan I
  11. Sekar Budoyo Laras, Desa Sari Mulyo
  12. Try Setyo Budoyo, Desa Margosari
  13. Taruna Sakti, Desa Pagar Agung
  14. Turonggo Laskar Budoyo, Desa Lokasi Baru
  15. Sekar Budoyo Patok 80 Siabun Jaya, Desa Riak Siabun
  16. Turonggo Wahyu Manunggal, Desa Purbosari
  17. Turonggo Budoyo, Desa Air Kemuning
  18. Mekar Indah Budaya, Desa Rawa Indah
  19. Rukun Santoso, Desa Riak Siabun
  20. Turonggo Mulyo, Kelurahan Sido Mulyo

Baca Selengkapnya: https://mediabengkulu.co/kolaborasi-adat-jawa-dan-bengkulu-festival-jaranan-dipadati-masyarakat/