Satu Warga Tewas Saat Karhutla Melanda Ketapang

Berita Maluku TerkiniPontianak (DMS) – Seorang warga dilaporkan meninggal dunia saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Korban diduga kehilangan kesadaran setelah seluruh kawasan yang terisi asap tebal sebelum akhirnya terbakar api. Sementara itu, tim gabungan hingga kini masih berupaya menyelesaikan kebakaran yang terjadi di sejumlah titik.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang, Yunifar Purwantoro, mengatakan berdasarkan informasi awal, korban tiba-tiba menerobos kepulan secepatnya ketika hendak pulang. Kondisi asap yang sangat pekat diduga menyebabkan korban kekurangan oksigen hingga akhirnya pingsan.

“Korban kebetulan menerobos kepulan secepatnya saat hendak pulang.kemungkinan karena kekurangan oksigen korban pingsan, kemudian di sisi kanan dan kiri jalan terdapat api sehingga korban meninggal dalam keadaan terbakar,” kata Yunifar di Ketapang, Rabu.

Ia menjelaskan, korban diduga terjatuh saat melintasi area yang dipenuhi asap tebal sehingga kehilangan kesadaran. Dalam kondisi tersebut, api yang membakar lahan di sekitar lokasi kemudian mengenai tubuh korban hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
 
Selain korban meninggal, BPBD Kabupaten Ketapang juga menerima laporan mengenai seorang warga lanjut usia yang mengalami luka bakar akibat kebakaran. Korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit dr. Agoesdjam Ketapang untuk mendapatkan penanganan medis.

Di sisi lain, Yunifar mengungkapkan kondisi kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ketapang hingga saat ini masih belum dapat dikendalikan sepenuhnya. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, serta unsur terkait lainnya terus melakukan upaya pemadaman sejak dini hari dan kembali diterjunkan ke sejumlah lokasi kebakaran pada pagi hari.

Untuk mempercepat penanganan, operasi pemadaman juga dibantu menggunakan helikopter water bombing yang difokuskan pada sejumlah wilayah prioritas. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah kawasan Desa Pelang dan Bukit Gunung Skuri di Kecamatan Sungai Laur yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran.

Water bombing merupakan metode pemadaman kebakaran dari udara dengan menjatuhkan udara atau cairan khusus menggunakan helikopter maupun pesawat guna menjangkau area yang sulit diakses oleh tim darat.

BPBD memperkirakan luas lahan yang terbakar di kawasan Desa Pelang telah mencapai lebih dari 40 hektar. Upaya pemadaman dari darat masih menghadapi berbagai kendala, terutama terbatasnya sumber udara di sekitar lokasi kebakaran.

“Kendala utama di lapangan merupakan sumber udara yang sangat terbatas, oleh karena itu operasi water bombing sangat diperlukan, terutama di lokasi yang sulit dijangkau oleh tim darat,” ujar Yunifar.

Ia berharap Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dapat menempatkan helikopter patroli dan helikopter water bombing di Bandara Rahadi Oesman Ketapang. Dengan penempatan armada udara yang lebih dekat, respon terhadap kebakaran yang diharapkan dapat dilakukan lebih cepat sehingga penyebaran api dapat segera dikendalikan.

Yunifar juga mengungkapkan bahwa titik-titik kebakaran kini telah ditemukan di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Ketapang. Kondisi tersebut menunjukkan semakin terancamnya karhutla yang memerlukan penanganan terpadu dari seluruh pihak.

BPBD mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara pembakaran karena dapat memicu meluasnya kebakaran, terutama pada musim kemarau. Warga juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api agar dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar dan membahayakan keselamatan masyarakat maupun lingkungan.